Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Dapatkan Sekarang Juga !!

Dapatkan Sekarang Juga !!
Tips Perencanaan Asuransi Optimal
Caranya : Isi Fom Berikut Ini
Email, Nama Dpn, Nama Blkg,
Kemudian Klik "Subscribe"
Tips Akan Terkirim Ke Email Anda


Mengenal Pengertian Asuransi Syariah

Asuransi syariah bisa menjadi produk yang perlu anda pertimbangkan ketika anda menginginkan proteksi halal yang terhindar dari transaksi riba. Hal ini selaras dengan ketentuan dari Dewan Syariah, dimana dalam hal pengelolaan asuransi harus terhindar dari praktik yang dilarang agama.


PENGERTIAN ASURANSI JIWA SYARIAH

Asuransi jiwa syariah adalah sebuah usaha untuk saling melindungi dan saling tolong menolong di antara sejumlah orang, di mana hal ini dilakukan melalui investasi dalam bentuk aset (tabarru) yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. 


Tidak seperti pada asuransi konvensional pada umumnya, Sistem yang diberlakukan pada asuransi syariah dijalankan dengan ketentuan di mana para peserta akan menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi yang akan digunakan untuk membayar klaim jika ada peserta yang mengalami musibah. 

Peranan dari perusahaan asuransi hanyalah sebatas pengelolaan operasional dan investasi dari sejumlah dana yang diterima saja. Baca juga : perbedaan asuransi syariah dan konvensional


PRINSIP UMUM ASURANSI SYARIAH

Adapun asuransi syariah harus dalam prinsip umum syariah yang sesuai dengan Fatwa DSN No. 21/DSN-MUI/X/2001:

  1. Asuransi Syariah (ta’min, takaful atau tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak  melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru’ yang menberikan pola pengembalian untuk mengahadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah;
  2. Akad yang sesuai syariah yang dimaksud pada point (1) adalah yang tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm(penganiayaan), risywah(suap), barang haram dan maksiat;
  3. Akad  tijarah adalah semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial;
  4. Premi adalah kewajiban peserta asuransi untuk memberikan sejumlah dana  kepada perusahaan asuransi sesuai kesepakatan dalam akad;
  5. Akad tabarru’ adalah semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikandan tolong menolong, bukan semata untuk tujuan komersial;
  6. Klaim adalah hak peserta asuransi yang wajib diberikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad.


CONTOH ASURANSI SYARIAH

Produknya memang berlabel syariah, namun tahukah anda ... asuransi syariah tidak dikhususkan hanya untuk umat muslim saja, melainkan berlaku universal dan terbuka untuk semua agama. Karena memang produk dan prinsip pengelolaannya tidak bertentangan dengan semua agama. Sebagai contoh asuransi syariah yang populer saat ini adalah asuransi Sun Life syariah
Lindungi masa depan anda dan keluarga dengan proteksi finansial yang memadai. Rencanakan manfaat asuransi optimal bersama Sun Life Syariah, pelajari : ilustrasi manfaat asuransi